Perkembangan Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung Yang Siap Beroperasi

Pelabuhan adalah salah satu tempat yang dijadikan sebagai pusat aktivitas banyak orang. Pelabuhan ini adalah tempat persinggahan kapal yang akan menyeberang ke pulau yang lain. Dan tidak sedikit pula orang yang lebih memilih menggunakan transportasi air dibandingkan darat dan udara. Salah satu pelabuhan yang kini sedang digarap oleh pemerintah adalah Pelabuhan Kuala Tanjung. Pelabuhan ini terletak di Sumatera Utara dan kini siap untuk beroperasi. Rencananya, pelabuhan ini akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada bulan Agustus 2018 mendatang.

Kesiapan Pelabuhan Tanjung Untuk Beroperasi

PT Pelindo I sudah mengajukan terkait perizinan operasional pelabuhan Kuala Tanjung kepada Kementerian Perhubungan. Pasalnya, Pelindo I akan menggelar kontes kecantikan guna mendapatkan mitra pendamping yang kemudian akan mengoperasikan pelabuhan ini. Semua syarat perizinan sudah dilengkapi, hanya penunggu izin operasi, sehingga kini pelabuhan ini siap untuk beroperasi. Dengan demikian, akses transportasi masyarakat akan semakin mudah.

Pembangunan pelabuhan ini sebenarnya sudah beres dan siap 100 persen jika dilihat dari sisi kelautan. Namun apabila dilihat dari sisi darat, khususnya pembangunan akses jalan, pembangunan ini sudah mencapai sekitar 87 persen. Padahal ketika diprediksi di awal perencanaan, kemungkinan pembangunan pelabuhan di Batubara ini akan molor. Dan tentunya ada banyak faktor penghambat, tetapi yang paling besar adalah faktor kondisi alam. Pembangunan dermaga multipurpose ini dibuat sekitar 2,8 kilometer mulai dari bagian bibir pantai. Perkiraan awal akan dibangun dengan ketinggian 40-60 meter dari dasar laut. Namun pada pengimplementasiannya, dermaga ini dibangun dengan ketinggian 60-80 meter. Hal ini menyebabkan pembangunan ini mengalami kemunduran.

Tidak hanya permasalahan tersebut saja, ternyata ketika proses pembangunan ini juga terdapat kendala klasik mengenai pembebasan lahan mengenai akses jalan. 17 hektar lahan untuk pembangunan pelabuhan ini ternyata ada sekitar 2.200 meter persegi yang kemudian terjadi benturan dengan masyarakat. Meskipun demikian masalah ini tetap bisa diselesaikan. Untuk soft launching rencananya akan dilaksanakan pada Juli 2018. Dan untuk uji coba penyandaran bagi kapal sudah dilakukan di bulan April 2018 lalu. Sebenarnya pelabuhan ini sudah disinggahi kapal pesiar pada Mei 2018, sekitar 5 kapal. Dan kemungkinan akan kedatangan kapal pesiar lagi dan lagi.

Pada dasarnya untuk membangun dermaga pesiar itu tidaklah mahal, bahkan jauh lebih mudah. Dan untuk pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung ini habis sekitar 4 triliun. Pelabuhan Kuala Tanjung ini memiliki kapasitas untuk peti kemas sejumlah sekitar 600 ribu TEus setiap tahun, 1,5 juta ton untuk curah basah, dan 3,5 juta ton untuk curah kering. Pelabuhan Kuala Tanjung ini memiliki panjang dermaga sekitar 1000 meter. Pembangunan Pelabuhan iniĀ  memang bisa dikatakan berjalan dengan lancar. Dan operasional pelabuhan ini akan resmi di Agustus mendatang, sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Pastikan anda tidak ketinggalanĀ perkembangan berita tekini.