5 Tips Membuat Kata Bijak Versi Diri Sendiri

Membuat sebuah hubungan memang tidak mudah seperti yang dikatakan. Apalagi jika lingkupnya sudah ikatan yang sangat serius seperti misalnya hubungan menikah misalnya. jika sudah seperti ini bukan hanya materi saja dan kebutuhan akan seks yang harus dipenuhi. Namun saat cekcok dan butuh ada yang bisa mereda amarah juga sangat dibutuhkan di dalam sebuah lingkup rumah tangga. Terutama yang sering kebingungan ialah para pria yang sering membutuhkan kata bijak untuk bisa meredakan amarah pasangan. Nah, bagi Anda yang ingin membuat kata bijak versi sendiri, di ekspektasia ada beberapa caranya.

Lalu Apa Sih Caranya Membuat Kata Bijak Versi Sendiri?

Untuk masalah meredakan amarah atau yang lainnya di ekspektasia ada beberapa. Cara  yang pertama yang diperhatikan ialah cari topik yang bisa di serap dengan mudah, atau yang ringan-ringan saja. Untuk meredakan amarah pasangan ataupun istri Anda, jangan sesekali menggunakan topik kata bijak yang susah dicerna. Mengingat orang sedih kadang masih memikirkan apa yang ia alami.

Lalu susun kata-kata tersebut seindah mungkin. Karena kebanyakan kaum hawa sangat gampang dengan kata-kata yang menyentuh serta runtut walaupun singkat, jadi sangat mudah untuk pasangan Anda luluh hatinya atau mudah termotivasi atas kata bijak yang Anda katakan kepada pasangan atau pada istri Anda. Lalu cara selanjutnya ialah jangan membuat kata bijak yang hanya itu-itu saja kata-katanya.

Berilah sedikit humor agar lebih variatif dalam membuat kata-kata bijak. Seperti misalnya kalimat ini “kenapa masih menangis bidadari surga, apa sayapnya masih basah, tapi kenapa masih di bumi?” jadi memberikan kesan gelak tawa meski mungkin hanya tawa kecil. Tapi setidaknya bisa mengobati luka dihati yang masih ada dan membuat sesak di hati.

Dan yang terakhir pastinya berikan kata-kata penyemangat di dalam sebuah kata bijak yang Anda buat.  Tapi jangan semua, hanya caranya disisipkan saja. Seperti misalnya sahabat Anda atau istri Anda sedang mengerjakan sebuah tugas kuliah atau skripsi. Nah, disitu Anda bisa memberikan motivasi seperti “skripsi itu hanya untuk sementara, namun sarjana itu untuk selamanya”. Nah, begitu caranya. Semoga di pembahasan mengenai ekspektasia bisa bermanfaat.